133 

Matematika dalam Ilmu Falak?

Oleh: Zuly Mar’atul Luthfiyah

Seringkali matematika di anggap tidak berkaitan dengan bidang agama. Hal ini sudah menjadi stigma masyarakat pada umumnya. Dalam lingkup pesantren, ada pula guyonan yang menyatakan  “matematika tidak akan menjadi pitakon kubur”. Hal tersebut bukan berarti salah, namun bukan berarti guyonan tersebut benar adanya. Wallahu’alam.

Mathematics is queen of the sciences” ucap Carl Friedrich Gauss, matematikawan terkenal asal Jerman. Maksudnya matematika tidak bergantung pada bidang studi/kajian ilmu lain, justru matematika disebut sebagai ilmu dasar dalam mempelajari bidang studi lainnya.  Keilmuan matematika marak dipelajari di berbagai kalangan dari manapun. Berbeda dengan bidang agama, terutama agama Islam, hanya kalangan tertentu yang berminat mempelajarinya lebih mendalam. Salah satu pengaplikasian matematika yakni di bidang falak.

Ilmu Falak dikenal juga sebagai Ilmu Hisab yang mencakup perhitungan dalam pembuatan kalender hijriyah. Baik untuk menentukan arah kiblat (azimuth) dan bayangan arah kiblat (rashdul kiblat), penentuan awal waktu sholat, awal puasa Ramadhan serta awal bulan Syawal dan perkiraan waktu terjadinya Gerhana Matahari maupun Gerhana Bulan.

Untuk memperoleh perhitungan yang cepat dan tepat, diperlukan pemahaman matematika dan komputer yang cukup baik. Diantaranya yang diperlukan adalah operasi aljabar (pengurangan, penjumlahan, perkalian juga perpangkatan), trigonometri, sistem koordinat, koordinat bola bumi/globe, dan dasar-dasar Ms. Excell. 

Contoh mudahnya dapat kita temukan pada pelajaran Ilmu Falak kelas VII MTs. Ketika belajar tentang operasi aljabar, sudah pasti tau istilah ini, porogapit atau poropentang, istilah yang disadur dari bahasa jawa (poro yang berarti pembagian dan gapit yang berarti diapit) dikenal sebagai metode pembagian dengan membuat garis pengapit antara bilangan yang dibagi dan bilangan pembaginya.

Dalam ilmu falak, porogapit digunakan dalam materi perhitungan awal tahun hijriyah, apakah ditahun tersebut tahun kabisat ataukah tahun bashitoh. Pada tahun tersebut jatuh pada hari dan pasaran apa? dapat diketahui dari perhitungan porogapit yang tepat. Menariknya, sisa dari perhitungan porogapitlah yang di gunakan, namun sering kali di abaikan ketika hanya memerlukan pembulatan atau tidak memerlukan berapa desimal yang ada dibelakang koma.

Contoh lainnya adalah penggunaan trigonometri dalam menentukan awal waktu sholat dan masih banyak lagi. Ketika belajar ilmu falak terdapat ketentuan dasar yang diperlukan sebagai buah dari penelitian.

 “Ilmu falak itu dibangun atas dasar penelitian. Karena itu kita butuh hukum penelitian, yang valid itu mui’tabar.” Tandas seorang pakar falak yang sekaligus dosen UIN Syarif Hidayatullah.

Sebagaimana ilmu falak yang berdasarkan penelitian dan hukum-hukum yang valid, matematika menjadi buah dari pemikiran, penemuan ilmiah, observasi dan penalaran logis yang dikembangkan atas dasar Al Qur’an dan Hadis sebagai dasar-dasar berkembangnya bidang ilmu –ilmu lainnya pula.

 

 

Referensi:

https://www.nu.or.id/post/read/36665/ilmu-falak-tidak-hanya-terkait-penentuan-awal-akhir-ramadlan

http://digilib.uinsgd.ac.id/1072/3/BAB%20I.pdf

https://core.ac.uk/download/pdf/84784969.pdf

https://radarkudus.jawapos.com/read/2019/07/11/145566/matematika-dalam-perspektif-agama





Agenda Kegiatan
  • KONSORSIUM TADRIS MATEMATIKA

    +

    rogram Studi Tadris MatematikaFakultas Ta

  • Seminar Online Internasional

    +

Video

Back to Top